ID | EN | AR

menu

Back

Sunday, 18 Oct 2026
Kucing Mengejan tapi Urine Tak Keluar? Waspada FLUTD, Bisa Mengancam Nyawa

Home

News

News Detail

101 Views

Share Link

Pemilik kucing perlu waspada ketika hewan peliharaannya mengalami perubahan kebiasaan buang air kecil. Kucing yang bolak-balik ke kotak pasir, mengejan terlalu lama, atau hanya mengeluarkan sedikit urine bisa mengalami gangguan saluran kemih yang membutuhkan pemeriksaan dokter hewan.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD), istilah untuk kelompok gangguan yang menyerang saluran kemih bagian bawah kucing. Kondisi ini dapat berkaitan dengan peradangan kandung kemih, batu saluran kemih, hingga sumbatan pada uretra.

Tanda paling berbahaya adalah ketika kucing terus berusaha buang air kecil, tetapi urine tidak keluar atau hanya menetes. Kondisi tersebut dapat menandakan sumbatan saluran kemih, terutama pada kucing jantan, dan berpotensi mengancam nyawa.

Kucing dengan gejala tersebut harus segera dibawa ke dokter hewan atau klinik hewan yang menyediakan layanan darurat. Jangan menunggu hingga keesokan hari atau berharap kondisinya membaik sendiri. Sumbatan saluran kemih dapat menyebabkan penumpukan zat sisa dalam tubuh dan gangguan serius, bahkan kematian, jika tidak segera ditangani.

 

Selain urine tidak keluar, ada sejumlah tanda lain yang perlu diperhatikan pemilik kucing, antara lain:

  • Bolak-balik ke kotak pasir, tetapi urine yang keluar hanya sedikit.
  • Mengejan atau terlihat kesakitan ketika mencoba buang air kecil.
  • Ada darah dalam urine, sehingga warna urine tampak merah muda atau kemerahan.
  • Sering menjilati area kelamin atau terlihat gelisah dan tidak nyaman.
  • Buang air kecil di luar kotak pasir, padahal sebelumnya terbiasa menggunakan tempat tersebut.
  • Nafsu makan menurun, muntah, lemas, atau bersembunyi, terutama jika disertai gangguan buang air kecil.

 

Apabila kucing mengejan tetapi urine tidak keluar, segera cari pertolongan dokter hewan meskipun kucing masih terlihat aktif. Sementara itu, jika muncul darah dalam urine atau perubahan pola berkemih, pemeriksaan dokter hewan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Pemilik juga tidak disarankan menekan perut atau mencoba mengeluarkan urine secara manual. Jangan memberikan obat manusia maupun obat sisa tanpa petunjuk dokter hewan karena dapat membahayakan kucing dan menunda penanganan yang tepat.

Untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemih, pemilik dapat memastikan air minum bersih selalu tersedia, menjaga kotak pasir tetap bersih, serta memerhatikan perubahan pola makan dan kebiasaan buang air kecil. Pemilihan makanan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kucing. Jika kucing pernah mengalami gangguan saluran kemih, konsultasikan dengan dokter hewan mengenai pola makan dan perawatan yang sesuai.

Perhatian terhadap kesehatan kucing juga menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam kegiatan komunitas pecinta kucing. Me-O Cat Fun Day 2026 Roadshow Bandung yang berlangsung di Lapangan Saparua, Bandung, pada 11 Oktober 2026, turut mengajak pemilik untuk lebih memerhatikan kebutuhan dan kesejahteraan hewan peliharaan.

Mila Likumahua, General Manager Marketing Perfect Companion Indonesia, mengaku ingin membawa semangat kebersamaan dan solidaritas pecinta kucing.

"Bukan hanya di Bandung, tapi juga di Indonesia, lewat Me-O yang dipercaya jutaan cat parents untuk bisa selalu sehat dan melewati berbagai momen bersama," ujar Mila dalam keterangannya, dikutip Minggu (18/10/2026). Mengenali tanda gangguan saluran kemih sejak dini merupakan bagian penting dari tanggung jawab pemilik hewan. Jika kucing berulang kali mengejan tetapi tidak bisa mengeluarkan urine, jangan menunggu—segera bawa ke dokter hewan. Penanganan cepat dapat menentukan keselamatan kucing.